77 Satpam Yang Diduga PHK Sepihak, Sampai Ke Hearing DPRD Rohul

0
528
77 Satpam Yang Diduga PHK Sepihak, Sampai Ke Hearing DPRD Rohul
Ketua DPRD Rohul Kelmi Amri SH, bersama Wakil Ketua H . Zulkarnain, S. Sos, Abdul Muas, Hardi Candra dan Wakil Ketua Komisi III Budi Suroso dan Anggota Siondri dan Ketua Komisi II Nofli Wanda serta Dinas tenaga Kerja saat dengar penjelasan Manajemen PT SJI Coy terkait Pemberhetian 77 orang Security dan PK selaku pekerjanya. (Foto: Helmi)

ROKAN HULU, radar-x.net – Usai menerima asipirasi 77 orang Security atau Satpam serta PK yang diduga diberhentikan sepihak. Selasa, (24/1/2017) pagi hingga siang dijam yang berbeda Pimpinan DPRD Rohul itu langsung hearing dengan Manajemen PT SJI Coy di Ruang Sidang DPRD tersebut.

Kedatangan Manajemen PT SJI Coy Kepenuhan diwakili Kabag Hrd Direksi Kandar, Manager Dedi, Kabag Tehnik, sebelumnya mereka sudah di panggil oleh DPRD Rohul untuk memberi penjelasan apa penyebab dugaan pemberhentian 77 orang Security tersebut.

Dengar pendapat itu dipimpin langsung Ketua DPRD Rohul Kelmi Amri SH bersama Wakil Ketua H. Zulkarnain S.Sos, Abdul Muas, Hardi Candra, Wakil Ketua Komisi III Budi Suroso, Anggota Siondri, Ketua Komisi II Nofli Wanda yang dihadiri Kepala Dinas Ketenaga Kerjaaan Herry Islami ST, MT, Kabid PPHI Udar, Bidang Mediasi Tomi SH dan lainnya.

Pantauan awak media pada sesi awal, Ketua DPRD Rohul Kelmi Amri SH meminta kepada Managemen PT. SJI Coy untuk memberikan penjelasan terkait apa penyebab pemberhentian security yang sudah menyampaikan laporannya kepada DPRD Rohul. Namun dibantah oleh Manajemen PT SJI Coy Yang yang disampaikan Kabag Hrd Kandar mengatakan, bahwa security yang selama ini bekerja di Perusahaan mereka bukan di berhentikan secara sepihak namun, Kontrak kerjanya sudah habis.

“Manajemen PT SJI Coy tidak berurusan langsung kepada Security, tapi kepada Pimpinan PT. EGM yang menyediakan jasa Pengamanan sesuai kontrak,” katanya memberi penjelasan.

Baca Juga:  Neta S Pane Ketua Presidium IPW Support Upaya Polres Banyuwangi Menuju WBK

“Tentang tututan security, seharusnya ke PT EGN, bukan kepada  Manajemen Perusahaan,” jelas Kabag HRD Direksi PT SJI Coy.

Kandar menjelaskan, Security di PT SJI Coy mereka bekerja melalui PT. Eka Garda Nusantara (EGN) sebanyak 40 orang dengan uraian 30 pengamanan kebun, sepuluh pengamanan di PKS. Sedangkan kontrak kerjanya sudah habis sejak Juli Tahun 2016 lalu dan dari bulan juli hingga Desember 2016 atas pertimbangan Manajemen tetap memberikan mereka upah seperti biasa karena mereka juga sudah bekerja.

“Sedangkan yang lainnya pekerja kita diprusahaan, namun tetap pembayaran gajinya, kita melalui PT. EGN,” kata Kandar.

Terkait permohonan lanjutan kontrak dari PT EGN, Kandar mengaku sudah sampai di Kantor direksinya, namun pemilik perusahaan tidak lagi melanjutkan kontrak PT EGN tersebut, sehingga perusahaan mengalihkan kontrak ke PT lain yang juga pengadaan tenaga Satpam.

“Surat itu ada diatas meja saya namun belum saya tanda tanganin, karena ada perintah kontrak tidak dilanjutkan,”tuturnya.

Lanjutnya, Pengamanan atau Security perusahaan beralih ke PT lain, tetap securitynya ada warga tempatan dengan kami berkordinasi di Empat Desa di Kecamatan Kepenuhan yang disesuaikan SOP.

“Memang ada Satpam dari luar di dalam perusahaan kami saat ini, namun mereka Satpam khusus untuk menonitor jalan-jalan tikus, sedangkan yang jaga di beberapa Pos, security nya warga tempatan, sedangkan security yang dari PT EGN sudah kami undang melalui Danton untuk memberikan lamarannya lagi, sayang mereka tidak ada yang datang melamar,” urainya.

Sementara itu, Ketua DPRD Rohul Kelmi Amri SH mengaku terkait masalah Security yang diberhentikan ini, untuk hari ini kita hanya mendengar penjelasan dari Manajemen PT. SJI Coy. Setelah itu kita di DPRD melakukan evaluasi sehingga apapun hasilnya kedua belah pihak tidak dirugikan.

Baca Juga:  ' Wira-Wiri Production ' Pencetak Artis Ternama

“Hari ini kita sudah dengar penjelasan dari Perusahaan, secepatnya kita lakukan yang terbaik,”kata Kelmi Amri.

Untuk diketahui sebelumnya 77 orang Security atau Satpam yang di berhentikan sepihak mengadu ke Komisi III DPRD Rohul di Ruang Paripurna Kantor DPRD setempat Selasa, (24/1/2017).

Selama hearing berlangsung, perwakilan security menyampaikan tututan mereka kepada PT SJI Coy melalui Anggota DPRD Rohul yakni, untuk mereka dapat kerja kembali di Perusahaan yang ada di wilayah mereka tersebut.

“Berharap kepada Anggota DPRD Rohul bisa mefalitasi apa yang yang menjadi  asipirasi yang sudah kami sampaikan,” kata Perwakilan Security yakni Nasrizal selaku Dandu yang juga yang menyampaikan asipirasi mereka di hadapan Pimpinan DPRD Rohul.

Dijelaskan Nasrizal, Security  sudah menjadi tenaga Pengamanan di PT SJI Coy sejak Tahun 2008-2010 namun nama PT yang bekerja sama dengan perusahaan dirinya tidak mengetahui karena bergabungnya dirinya menjadi Security sejak Tahun 2010-2012 dari PT. BRAVO dan dari tahun 2012-2014 PT Delta

“Selanjutnya dari Tahun Juli 2014-2017 kami kerja melalui PT PT Eka Garda Nusantara (EGM), namun secara sepihak kami diberhentikan sepihak di awal tahun 2017 ini tanpa selembar surat yang disampaikan kepada kami masing-masing security.

“Untuk itu kami menyampaikan laporan di DPRD Rohul,” katanya.

Menanggapi apa yang disampaikan Security yang diduga di berhentikan sepihak tersebut, Pimpinan hearing yang juga Wakil Ketua DPRD Rohul didampingi Pimpinan lainnya Abdul Muas dan Komisi III DPRD Rohul yang membidangi tenaga kerja mengatakan, Seluruh asipirasi sudah di terima, dan hari ini juga sudah kita panggil Manajemen PT SJI Coy untuk kita dengar apa alasan Pemberhetian 77 Security tersebut.

Baca Juga:  Mediasi Karyawan Dan Managemen Hotel Ria Selesai

“Kita berharap, setelah ada pertemuan dengan managemen PT SJI Coy ada titik terang, sehingga security yang sudah di berhentikan dapat mereka bekerja kembali,”kata H. Zulkarnain, S. Sos kepada Wartawan usai acara hearing tersebut.

Wakil Ketua DPRD Rohul yang dari Partai Golkar ini menegaskan, Perusahaan tidak bisa melakukan pemberhentian sepihak pekerjanya, apa lagi mereka ini warga tempatan Kepenuhan yang ada PT SJI Coy beraktifitas.

“Untuk itu kita meminta perusahaan untuk memperkerjakan kembali security yang sudah mereka berhentikan sepihak itu,”pintanya.

Untuk diketahui, security yang bekerja di PT SJI Coy berjumlah 77 orang tersebut mereka bekerja melalui PT Eka Garda Nusantara (EGM) dengan sistim kontrak. Pimpinan PT PT Eka Garda Nusantara (EGM) Heri Susanto kepada Wartawan membenarkan dari tahun 2014 security yang bekerja di PT SJI Coy Kepenuhan bekerja melalui PT yang dipimpinnya tersebut. Namun pemberhentian security dari Manajemen PT SJI Coy dirinya belum menerima surat resmi dari Manajemen perusahaan.

Lanjutnya, tentang kontrak lanjutan sudah beberapa kali kita ajukan kembali kepada perusahaan, namun perusahaan belum memberi Jawaban kepada kami.

“Sehingga hari ini saya bersama security yang diberhentikan ini menyampaikan asipirasi ke DPRD Rohul, dan berharap apa yang mereka sampaikan bisa diperjuangkan, karena seluruh security yang diberhentikan ini, merupakan warga yang tidak jauh dari PT. SJI Coy, mereka juga menjadi security sudah melalui Pendidikan Satpam,” harapnya.

Pimpinan PT EGN ini juga memberikan Apresiasi kepada DPRD Rohul, atas penerimaaan mereka yang menyampaikan asipirasi. Karena hanya selama dua hari mereka sudah menyampaikan laporan, dan langsung ditanggapin.

“Terimakasih pak Anggota DPRD Rohul,”ucapnya. (FW/Lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.