Kontes Sapi Kembali Di Gelar Pemerintah Bondowoso

0
780
Kontes Sapi Kembali Di Gelar Pemerintah Bondowoso
Foto : Sukri, 
BONDOWOSO – Dalam rangka memacu kesadaran Masyarakat dalam pembangunan peternakan dalam pembangunan yang bermutu serta memberikan informasi tentang keunggulan bioteknologi khususnya Inseminasi buatan, Pemerintah Kabupaten Bondowoso menggelar kontes ternak sapi hasil inseminasi buatan (IB) milik peternak guna mengetahui keberhasilan pembangunan sektor peternakan.
Pada kesempatan ini Sapi yang diikutsertakan dalam kontes ternak sapi yang dilaksanakan di Desa Tegalampel, Kecamatan Kota Bondowoso, sebanyak 149 ekor dari berbagai jenis hasil inseminasi buatan (IB). Kamis (11/8/2016)
Dalam upaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi sapi potong di Bondowoso, saat ini Pemkab Bondowoso melalui Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakkan) bekerjasama dengan Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari.
Drs. H. Amin Said Husni, Bupati Bondowoso, dalam sambutannya menyampaikan, “Tahun ini Kabupaten Bondowoso menduduki peringkat nomor 4 penghasil daging sapi se Jawa Timur.” tuturnya
“Kita dikenal sebagai lumbung penghasil daging sapi di Jawa Timur. Oleh karena itu, kami ingin meningkatkan kualitas dan kuantitas ternak sapi dengan Inseminasi Buatan. Bahkan, Pemkab Bondowoso, akan memberikan pembinaan dan insentif yang jumlahnya akan disesuaikan dengan kemampuan daerah,” jelasnya
Saat ini, Bondowoso, telah menjadi percontohan IB. Bahkan, Pemkab Bondowoso tengah melakukan pendampingan kepada para peternak sapi oleh para ahli dari BBIB Singosari, dokter hewan, dan mahasiswa dari fakultas kedokteran hewan Universitas Unair.
“Saya berharap para peternak sapi senantiasa mengikuti apa yang disarankan oleh para dokter hewan, dan puskeswan-puskeswan yang ada di berbagai daerah,” tambahnya lebih lanjut
Hal senada juga disampaikan oleh, Lilik Setyowati, Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bondowoso, mengatakan, “kontes sapi tersebut merupakan bentuk unjuk keberhasilan kabupaten setempat dari sektor peternakan.” ujarnya
Kontes sapi dari hasil inseminasi buatan atau sapi kawin silang itu, diantaranya sapi jenis limusin, simental, brahman dan sapi lokal yang sudah mulai dirintis masyarakat Bondowoso sejak 1982. “Selain itu juga sebagai sarana komunikasi antar peternak sapi serta proses pengembangan sapi dengan cara inseminasi buatan.” tambahnya,
Dari 149 ekor ternak sapi yang menjadi peserta kontes akan dinilai kuantitas, yaitu mulai dari bobot sapi, lingkar dada, panjang dan tinggi sapi serta performa sapi. Sedangkan khusus sapi betina juga diperiksa reproduksinya,
Menurut Imam Kuswono, seorang pemilik sapi asal Kecamatan Maesan yang mengikutsertakan ternaknya dalam kontes sapi inseminasi buatan dan memilik memiliki bobot 1 ton 200 kilogram lebih mengaku harus tekun memberikan pakan tambahan selain rumput selama empat tahun.
“Awal memelihara sapi IB jenis limusin ini masih berbobot 3,5 kuintal dan butuh waktu empat tahun sehingga bobotnya mencapai 1,2 ton lebih. Sedangkan pakan tambahannya yang diberikan yaitu polar (katul gandum), ampas tahu, ketela pohon dan rumput sebagai makanan pokok,” jelasnya.
Data yang di himpun Radar-x dari Dinas Peternakan dan Perikanan kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, hingga saat ini dari populasi sapi betina dewasa tercatat sebanyak 75 ribu ekor , 60 persen diantaranya sudah menjadi akseptor atau peserta kawin silang.(sukri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.